Cerita Rahne Putri Transisi Menjadi Ibu - Terbuka pada Pertolongan

Updated: Oct 19, 2021

Halo teman SI, Bumin mau cerita nih, 11 September lalu, Sadar Ibu baru saja berbincang-bincang dengan Rahne Putri. Sudah ada yang tahu belum tentang Rahne? Rahne seorang digital marketer dan content creator. Buat teman SI yang aktif di media sosial baik instagram atau twitter sepertinya sudah tidak asing lagi nih dengan Rahne ya. Nah, kali ini Rahne berbagi cerita tentang pengalamannya terhadap pertolongan saat ia mengalami fase transisi dalam perannya menjadi Ibu.



Jadi, Rahne melahirkan anak pertamanya pada tahun 2016, dengan beberapa peran yang ia jalani saat itu, ibu bekerja dan seorang sandwich generation , duh, rasanya campur-aduk sekali. Rahne yang sudah ikut kelas-kelas persiapan menjadi orangtua baik secara finansial dan mental ternyata sempat mengalami baby blues, walau hanya 1 hari. Bumin merasa terenyuh sekali mendengar kalau saat itu Rahne merasa tidak ada yang memperhatikan dia, semua sibuk dengan bayinya tanpa menanyakan keadaan Rahne. Ada rasa cemburu pada anaknya karena semua orang perhatian ke Trah, anak pertama Rahne. Ada juga perasaan tidak terima kenapa suaminya sudah kembali ke rutinitas dan dunianya lagi, sedangkan Rahne harus berjibaku dengan dunia barunya.


Akhirnya Rahne berani mengutarakan apa yang dia rasakan pada suaminya saat itu. Bumin juga jadi ikut teringat masa transisi Bumin saat menjadi Ibu baru, rasanya pasti tidak mudah ya. Bersyukurnya suami Rahne memberikan dukungan penuh untuk mendengarkan dan membantu Rahne memvalidasi apa yang ia rasakan. Tapi tidak hanya bercerita kepada suami, ada bentuk-bentuk pertolongan lain yang Rahne dapatkan dan cari sendiri ketika mengalami fase tersebut.


Rahne mengajak teman SI untuk tidak malu mengungkapkan kebutuhan diri, bukan berarti kita lemah, tapi kita jadi jujur pada diri sendiri. Hal ini pasti membuat kita jadi lebih sadar dengan apa yang kita rasakan, sehingga mempermudah kita juga untuk mengambil keputusan dan lebih menerima segala hal yang dihadapi nanti. Bumin banyak mengambil pelajaran dari kisah Rahne, jika kamu sedih, hadapi sedih itu, validasi perasaan, urai ketakutanmu dan buat perencanaan. Pikirkan rencana kedepannya, karena hidup terus berjalan. Sedih, senang, takut dan berbagai perasaan yang hadir pasti akan selalu ada, ya.


Nah, kalau teman SI ingin dengar cerita lengkap dari bentuk pertolongan Rahne dan bagaimana prosesnya, simak obrolan bersama Rahne Putri di IGTV @sadaribu_id ya. Teman SI juga boleh berbagi nih, tentang pengalaman kamu saat terbuka pada pertolongan seperti apa, bisa diceritakan di kolom komen di bawah, ya!


10 views0 comments

Recent Posts

See All